Jumat, 15 November 2013

HAPPY BIRTHDAY SAYANG !



UNTUKMU YANG PALING SPECIAL DIHATIKU

Semoga engkau senantiasa dalam lingkaran nikmat dan rahmatNya yang tak terbatas ini. sengaja aku tulis pesan ini dengan tinta sahaja yang aku punya, dari sekeping hati yang memiliki rasa nyaman.

Kurangkai kata singkat ini dengan rasa bahagiaku bersamamu, walaupun mungkin tak punya makna dari mata terangmu yang selalu memikatku. Damaimu terasa tenangkan jiwaku.

Meski hamparan pasir pantai dapat menenangkan jiwa yang rapuh, meski luasnya lautan memberi ketenangan bagi yang melihatnya, meski pula indahnya gunung dapat memberi semangat hidup, tapi harapan sederhana dari rasa sayangku ini mampu menjaga besarnya hatimu dari semua rasa yang kau punya.


Bukan untuk hura" atopun menanti surprise dari orang yang perhatian denganmu ketika tiba waktu hari yang sama dimana kau dilahirkan. justru inilah moment special yang mengingatkan betapa besar jasa seorang ibu berusaha dengan susah payah, memperjuangkan hidupmu meski ia tak tau "akankah masih hidup diriku" hanya demi kehidupan seseorang anak yang nantinya dapat ia banggakan. maka dari itu, segeralah mengucap kata trimakasih yang sangat dalam kepada "ibumu" yang ikhlas melahirkanmu.

Singkat tapi pasti, bukan untuk basa-basi. kutitipkan seekor kelinci kecil yang sedang menarik gerobak cinta. gerobak compang-camping yang hanya berisikan selembar kain putih. aku berharap semoga kau tak melihatnya, dan jangan sampai kau membukanya. karena aku tak ingin melihatmu tiba-tiba kaget dengan sendirinya melihat kain putih itu bertuliskan "AKU YANG SANGAT MENYAYANGIMU, SEMOGA KAU DIBERI SEHAT SELALU. HAPPY BIRTHDAY SYANKQ!!!"

Jumat, 01 Februari 2013

Ketika Hijau Berubah Kuning



Sebagai daun aku selalu melekat dengan ranting. Tapi angin senantiasa membuatku khawatir. Akankah suatu saat lekatan hangat ini dapat terlepas dan tak lagi kurasakan. Setiap hari tubuhku bergetar disaat hembusan lirih maupun hembusan gemuruh menyapaku. Ingin bertahan, tapi tubuh ini telah rapuh. Inginku pasrah, tapi Tuhan selalu memberi pilihan. Ahh...memang tak mudah bertahan padamu ranting. Aku yang tak tega melihat kau selalu menggandengku, namun aku tak pernah membalasmu. Padahal, kau yang selalu memberiku kehidupan.

Aku tahu dengan jelas dan sangat jelas bagaimana hidupku sangat bergantung pada aliran air yang kau beri, wahai ranting. Tapi apalah daya, perlahan kesuburanku lambat laun mengering. Dulu hijauku yang membanggakan aku karena kuat dan terlihat segar, sekarang berubah kuning dan tak berdaya. Trimakasih untuk jasamu yang telah menghidupiku. Memberi rasa, rasa yang selalu aku merasa hidup.

Kini aku harus rela melepasmu, tak sanggup lagi aku bertahan dari ini, dan kekhawatiranku dulu terwujud sudah. Musnah... Musnah... Musnah... Hilang harapan, hilang semuanya. Angin menghempaskan aku, dan mematahkan peganganku. "Maafkan aku ranting yang harus melepasmu, meski aku sekarang tak tau harus jatuh dimana dan tak tau apa yang akan terjadi selanjutnya."

Pesanku untukmu, "Lanjutkanlah hidupmu dan buatlah daun yang baru."

Thank so much because of you who ever given me livelihood.